Guru ke Rumah

Opsi memanggil guru ke rumah biasanya diambil untuk membantu anak mempelajari mata pelajaran. Bahasa Inggris merupakan salah satu subjek yang dianggap sulit, sementara bahasa ini selalu masuk ke dalam beberapa ujian penting, misalnya tes saringan masuk hingga kelulusan.

Melihat urgensi tersebut, para orangtua pun memutuskan menambah sesi belajar sang anak dengan bantuan pengajar les privat.


Kami Melyani Guru Ke Rumah lokasi anda di


Belajar Bahasa Inggris Sulit? 6 Faktor Ini Harus Dikenali Guru ke Rumah

Sebelum memberikan materi, guru ke rumah kursus privat Zigma Edu Consulting sebaiknya mengenali dulu masalah yang dihadapi anak didiknya. Pasalnya, mungkin saja kesulitan yang mereka rasakan sebenarnya datang dari faktor-faktor di bawah ini:

Metode pembelajaran kurang tepat

Selama ini, pembelajaran bahasa Inggris dilakukan dengan urutan 1) reading (membaca) 2) writing (menulis) 3) speaking (berbicara) 4) listening (mendengarkan).

Ternyata, urusan tersebut salah, karena akan dengan listening di tahap terakhir akan membuat kemampuan anak dalam konten visual (listening dan speaking) tak sebaik reading dan writing.

Jika ini masalahnya, ubahlah urutan pembelajaran jadi 1) listening (mendengarkan) 2) speaking (berbicara) 3) reading (membaca) 4) writing (menulis).

Rendahnya minat dan kemauan belajar

Dalam hal ini, anak didik yang bersangkutan kemungkinan sudah dihadapkan pada stereotip bahasa Inggris sebaga subjek yang sukar dipahami.

Jika anggapan tadi terlanjur tertanam, mereka akan serta-merta malas meski baru diberikan materi paling mudah sekali pun.

Menangani kasus ini mungkin cukup lama, karena Anda harus membuang dahulu stereotip yang telah melekat dalam benak anak. Dampingi pula dengan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong anak mengenal subjek tersebut.

guru ke rumah anda

Guru Ke Rumah membantu anda atau putra-putri anda meraih prestasi belajar di sekolah berkaitan akademik dan di kantor terkait non akademik

Waktu belajar yang terlalu padat

Di sekolah umum, bahasa Inggris bukanlah satu-satunya mata pelajaran yang didapatkan pelajar. Ada banyak subjek yang harus mereka ‘telan’ selama lima hari seminggu. Sementara mempelajari bahasa Inggris membutuhkan waktu banyak.

Inilah yang membuat para orangtua memanggil guru ke rumah agar anak mendapatkan bimbingan tambahan seputar pembelajaran bahasa yang intens. Terutama bila nilai-nilai mata pelajaran bahasanya di sekolah lebih rendah dibandingkan yang lain.

Belajar tanpa bantuan orang lain

Memang tidak ada yang salah dengan belajar sendiri atau autodidak. Akan tetapi, ada beberapa subjek yang tetap membutuhkan orang lain, salah satunya bahasa Inggris.

Mengapa? Beberapa keterampilan dalam bahasa Inggris seperti speaking, misalnya, mengharuskan anak berdialog dengan orang lain saat praktik. Begitu pula dengan listening. Jadi, sebagai pengajar les privat, Anda harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan anak didik agar mereka tidak terlalu asyik belajar sendirian.

Hanya mengandalkan teks/tulisan

Berkaitan dengan poin nomor 1, dengan menempatkan reading di urutan awal membuat anak atau siswa tergantung pada teks/tulisan saat belajar. Dalam hal ini, kemampuan membaca atau mengingat kosakata mereka akan lebih baik, tetapi kalau keterampilan lain diabaikan, penguasaan bahasa Inggris pun kurang maksimal.

Pasalnya, belajar dengan mengandalkan teks saja akan membuat mereka kurang cepat dalam memvisualkan atau menyimak materi yang disampaikan.

Selalu belajar dengan menghafal

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, anak didik yang sudah terbiasa mengandalkan teks atau tulisan saat belajar pun hanya akan memakai metode menghafal saat akan menghadapi ujian.

Mereka mungkin akan mudah melewati ujian membaca dan menulis, tetapi bagaimana dengan keterampilan lain seperti mendengarkan dan berbicara? Sebanyak apa pun kosakata yang diingat, pembelajaran tanpa metode praktik dari akan sia-sia, sehingga orangtua pun meminta guru ke rumah.